Dampak internal yang muncul
terhadap partai
Pelaksanaan konvensi justru malah merusak akibat menguatnya
perseteruan internal di Partai Demokrat, melalui munculnya faksi-faksi hingga
tingkat paling bawah, yang memberikan dukungan pada calon-calon peserta
konvensi. Bagaimna pun dalam konversi capres partai demokrat bila tidak di
sikapi secara berhati-hati, akan berpotensi memperlemahkan solidaritas partai
nya sendiri, karena dalam kontek ini etika politik mereka akan di uji, apakah
mereka akan tetap mengedepankan tugas-tugas mereka dalam jabatan-jabatannya itu
demi kepentingan bangsa dan Negara ( yang lebih luas ), atau justru akan
melalaikan demi kesuksesan dalam konvensi partai demokrat.
Perseteruan itu, dapat menghantarkan pada kehancuran Partai
Demokrat, karena tidak lagi fokus memenangkan Pileg April 2014. Para kader
fokus memenangkan Capres andalan mereka, dengan berbagai cara, termasuk saling
membusukkan partai. Hal seperti ini, justru semakin memperumit internal
Demokrat, yang awalnya hanya terjadi ditingkat atas, justru merambah ketingkat
bawah. Dalam debat kenegaraan yang digelar di Surabaya, para kandidat dibagi
menjadi dua kelompok yakni Garuda dan Rajawali.
Hal ini perlu ditekankan mengingat banyak di antara pihak
yang diundang dalam Konvensi masih memegang jabatan di eksekutif dan
legislatif, maupun di institusi lainnya. Sebagaimana diketahui, saat ini
setidaknya ada empat pejabat publik yang disebut akan ikut konvensi. Mereka
adalah Gita Wirjawan (menteri Perdagangan), Dahlan Iskan (menteri BUMN),
Marzuki Alie (ketua DPR), dan Irman Gusman (ketua DPD). Bagi tokoh-tokoh yang
diundang dan masih menjabat dalam posisi-posisi strategis dalam pemerintahan, etika jabatan harus tetap dikedepankan. Artinya, konvensi jangan sampai mengganggu kinerja institusi. Tokoh-tokoh ini pun harus menghargai peraturan-peraturan di dalam Partai dari mana mereka berasal, sebagai wujud implementasi etika politik yang lain.Jangan sampai terjadi pihak partai asal tidak mendapatkan permintaan izin atau pemberitahuan dari tokoh-tokohnya
yang diundang, karena ini akan menjadi
contoh pembelajaran politik yang tidak
baik bagi masyarakat.
Nantinya, penilaian dan pemenang konvensi ditentukan oleh
hasil pemberitaan media massa serta hasil survey yang dilakukan tiga lembaga
independen. Survei dilakukan dua kali, yang pertama sudah dilakukan dan kedua
hasilnya akan diketahui usai Pemilu Legislatif, tepatnya pengumuman pemenang
konvensi disampaikan Mei 2014. Konvensi di Surabaya kali ini merupakan yang ke
empat, setelah Medan, Palembang, dan Bandung.
Dampak konversi calon presiden di
masyarakat Indonesia
Pada debat peserta konvensi yang digelar di 11 kota, untuk
mempopulerkan kepada public dan khusus nya rakyat Indonesia tokoh potensial
dari Demokrat. Sasarannya dalam konvensi Partai Demokrat ini, Agar publik atau
rakyat Indonesia mengetahui para peserta konvensi Capres di kota-kota di
seluruh Indonesia.
Demi mendongkrak elektabilitas, Partai Demokrat besutan
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menggelar debat para peserta konvensi Calon
Presiden (Capres) di Kesebelas kota yang menjadi lokasi debat public ( Medan, Palembang,
Bandung, Surabaya, Semarang, Balikpapan, Makassar, Manado, Banda
Aceh, Padang dan Jayapura ) Ini penting
dilakukan agar masyarakat tahu siapa Capres Partai Demokrat serta bagaimana
visi dan misinya.
Bersamaan dengan debat publik di 11 kota tadi, akan dilakukan
survei tahap kedua oleh tiga lembaga survei. Hasil survei tahap pertama dan
kedua, akan diumumkan setelah Pemilu Legislatif, yakni sekitar akhir April
2014. Format debat publik, setiap peserta menyampaikan poin-poin visi dan misi.
Sumber analisis :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar